1. Pendahuluan

Sesuai dengan tri Dharma Perguruan Tinggi seyogyanya perkembangan akademik dan keilmuan sejalan dengan akslelrasi perubahan dinamika dan kebutuhan masyarakat. Tanpaknya perguruan tinggi hanya akan menjadi menara gading yang tidak dapat menyentuh perubahan sisi-sisi kehidupan masyarakat. Konsep link dan match dan gagasan Riseach University yang selama ini didengungkan pada prinsipnya mengacu kepada antisipasitif dan prospektif untuk menghela masyarakat ke arah yang lebih baik.

Kurikulum Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan harus mendedahkan diri terhadap perubahan dan trend yang suka atau tidak suka harus di-up to date-kan. setidaknya ada tiga hal yang menjadi dasar perlunya pemutahiran kurikulum Progsep, pertama terbentuknya Departemen Kelautan dan Perikanan (dulu Dep. Eksplorasi Laut dan Perikanan) dalam kabinet RI, dimana salah satu Direktorat Jenderalnya adalah Pengelolaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Kedua adanya AFTA (Asean Free Trde) tahun 2003, di beberapa daerah di Propinsi Riau telah dibuat kebijakan perdagangan lintas batas. Ketiga kebijakan pembangunan berbasis masyarakat (community base) yang menitik beratkan pemberdayan masyarakat.

Mengacu beberapa alasan tersebut, maka jurusan Sosial Ekonomi Perikanan mencoba mengambil langkah untuk merevisi Kurikulum tahun 2000 2005 sejalan dengan perubahan dan trend yang ada sekarang dan lima tahun mendatang.

dari penelahaan yang dilakukan setidaknya ada tiga mata kuliah yang harus diberikan kepada Mahasiswa Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan, yaitu : 1) Metoda Penelitian Ilmu Sosial, 2) Pembangunan Masyarakat Pesisir dan 3) Perdagangan Internasional Komoditas Perikanan.

2. Visi

Visi Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan adalah menjadikan komoditas perikanan berdaya saing tinggi di perdagangan bebas (global) dan pengembangan perikanan berbasis masyarakat.

3. Misi

Misi Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan adalah mencetak lulusan yang berwawasan Global dan peduli terhadap nelayan/petani ikan