KAMPAR – LPPM Universitas Riau mengirim empat dosen dan 10 mahasiswa ke Desa Hangtuah, Perhentian Raja, Kabupaten Kampar, Riau untuk mendukung Program Optimalisasi Pemanfaatan Media Sosial untuk Promosi Olahan Ikan di desa tersebut.

Program tersebut diluncurkan karena Desa Hangtuah di Kecamatan Perhentian Raja dikenal sebagai ‘kampung lele’, karena produsen ikan air tawar (khususnya lele) dan produk olahan ikan yang potensial. Namun terkendala dari sisi promosi pemasaran.

Menurut Ketua Tim Pengabdian Terintegrasi Kukerta tersebut, Ir Ridar Hendri MSi, Sabtu (29/6), selain dirinya ada tiga dosen lain yang terlibat, yakni Ir Eni Yulinda MP, Ir Hamdi Hamid SU dan Hazmi Arief. Ridar Hendri mensosialisasikan peranan Medsos sebagai media ampuh dalam promosi produk olahan ikan. Hamdi Hamid mensosialisasikan jenis-jenis Medsos yang tepat untuk promosi. Eni Yulinda memaparkan produk-produk olahan ikan potensial, dan Hazmi Arief memaparkan teknik membuat konten media sosial.

Sementara 10 mahasiswa dilibatkan dalam pendalaman materi-materi: Disain Blog, Fotografi, Videografi, Editing Video melalui Smartphone,  Pembuatan Akun Medsos (Blog, Instagram dan Facebook), serta Teknik Mempublikasikan Produk di Medsos. Ke-10 mahasiswa tersebut adalah Adela Puji Gusti, Alfa Syahda, Fujha Sri Aknelia A, Khairul Bakri, Nurul Insani Surury, Pamela Adewina Putri H, Paramitha Sihombing, Reza Apriningrum, Tegar Arieyasha Fikri, dan Widya Sari.

Pelatihan ini berlangsung selama dua minggu (14 kali pertemuan). Dibuka Kepala Desa Ajin Purwanto, dan diikuti oleh 40 kaum perempuan pengolah ikan dan kerajinan desa.